ENERGI CI

April 3, 2009 at 5:25 am Leave a comment

CI ENERGI VITAL

Definisi Ci
Dalam ilmu pengobatan Cina istilah ini mempunyai pengertian yang luas, secara garis besar dapat disimpulkan menjadi tiga golongan :
1. Sebuah materi tertentu
Misalnya : Ci dalam pengertian Kung Ci yang mempunyai arti “hawa udara”.
2. Faal dan daya
Misalnya : Ci dari hati, Ci dari jantung, Ci dari limpa, Ci dari ginjal dan Ci dari paru-paru.
3. Fenomena yang diperlihatkan organ dalam proses gerak perubahannya.
Misalnya : 1. Pada waktu marah : Ci naik ke atas
2. Waktu takut : Ci bergerak lambat
3. Waktu takut : Ci turun ke bawah
4. dan seterusnya

Maka dapat disimpulakan Ci adalah daya perubahan fisiologis tubuh manusia. Pengertiannya mencakup segala perubahan yang kompleks dari materi-materi yang terdapat dalam tubuh, hal ini berlaku pula dalam soal regenerasi. Suatu benda atau tubuh memiliki fenomena kehidupan ? Tidak lain karena adanya “Ci”
Dalam mempelajari Ci, kita tidak boleh melupakan adanya Cing dan Sen. Karena di dalam tubuh manusia Cing, Ci dan Sen adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak mungkin terpisahkan. Ketiganya saling berhubungan dan bertalian dalam hubungan materi, faal dan fenomena serta hubungan materi dasar, daya penggerak dan pimpinan.
Maka disimpulkan :
1. Cing adalah meteri pembentukan tubuh.
2. Ci adalah faal / daya / energi perubahan tubuh.
3. Sen adalah semangat, bentuk dan gerak-gerik pemikiran serta hasrat.

Mengapa Kita Membicarakan Ci
Dalam lembah/dunia Akupuntur, Ci sangat penting sekali dalam suatu terapi Akupuntur. Seperti yang kita ketahui, Ci inilah yang dapat dan yang biasa kita manipulasi pada terapi Akupuntur. Yang biasa kita dalam penusukan.
Sedangkan Cing adalah materi, baik materi bawaan atau materi setelah lahir dari tubuh. Maka jika Cing ada masalah, maka terapinya kita perlu menambahkannya lewat makanan dan minuman. Cing bawaan adalah ovum dan sperma.
Cing didapat adalah makanan dan minuman.
Kalau Sen adalah hasrat atau semangat yang ada di dalam tubuh kita (Cing). Sen sangat berguna dalam penilaian suatu pragnosa suatu penyakit, apakah penyakit tersebut mudah sembuh, atau sulit bahkan apa berakhir dengan kematian. Semua itu dapat dinilai dari “Sen nya”.
Jika seseorang :
1. Sen nya kuat = pragnosa baik
– kemungkinan sembuh sangat baik
2. Sen nya sedang = pragnosa sedang
– kemungkinan sembuh adalah sekitar 50 %
3. Sen nya lemah = pragnosa lemah
– kemungkinan sembuhnya adalah kecil

PROSES TERJADINYA Ci

Skematis Tentang Cing didapat & Ci

MAKANAN & MINUMAN

Keterangan :
1. Paru-paru
Fungsi utama adalah pengaturan/pemerintah Ci. Ci dalam hal ini mempunyai dua pengertian. Ci dalam arti udara, yaitu berhubungan dengan pernafasan, dan Ci dalam arti Cing, Ci dan Sen yang diolah dari Ying dengan Ci udara. Kedua jenis Ci ini hanya dengan fungsi paru-paru yang baik, baru dapat diisap dan dikeluarkan dan terbentuk Ci.
Bernyanyi dengan suara keras dan nada tinggi, sangat memudahkan Ci terluka dan membuat paru-paru sakit.

2. Lambung
Cing didapat (makanan & minuman) adalah dasar materi yang terjadi akibat hasil pengolahan makanan. Cing merupakan bius yang diolah oleh lambung. Selanjutnya Cing didapat ini diuraikan lebih lanjut menjadi zat-zat tertentu, yaitu :
– Ying = karbohidrat, protein dan lemak
– Wei = lekosit/cairan keruh
– Ci = energi materi
– Si E = darah (serum + sel darah merah)
– Cin Yi = segala bentuk cairan tubuh
Yang akhirnya/kemudian dialirkan ke seluruh tubuh. Akhirnya sebagian disimpan dalam organ-organ Cang (hati, jantung, limpa, paru-paru, ginjal, peri kardium) dan sebagian lagi disimpan dalam ginjal (ren, ovarium dan testis), sebagian Cing didapat dan Cing bawaan (untuk reproduksi : ovum dan sperma)

3. Ginjal
Merupakan organ penyimpanan dan pengaturan Cing. Cing yang dimaksud disini adalah Cing dari seluruh organ Cang Fu dan Cing dalam arti sistem reproduksi. Bilamana organ Cang Fu ada yang membutuhkan, maka ia memberikan Cing itu kepada yang bersangkutan, sementara ia menerima pula Cing yang baru terjadi. Penerimaan dan pemberian ini berjaan dengan tidak terputus-putus.
Setiap organ Cang itu hanya ada satu. Mengapa ginjal ada dua buah ? Ginjal ada dua, tetapi bukan semua adalah ginjal. Yang kiri adalah ginjal, yang kanan adalah mingmen.
Yang dimaksud dengan ming-men adalah tempat penyimpanan dari Sen dan Cing dan merupakan sumber dari “Ci sejati”.
Padanya laki-laki menyimpan Cing (sistem reproduksi), dengannya wanita memelihara rahim. Ming men menjadi akar dari Ci sejati sebagai tempat kediaman dari air dan api.
Dalam Nei Cing diungkapkan bahwa :
1. Pada Wanita
– Wanita pada usia 7 tahun Ci ginjal mulai menjadi kuat timbul perngantian gigi geligi dan rambut menjadi panjang.
– Umur 2 x 7 tahun, Ci ginjal telah mencapai kekuatan yang cukup, timbullah menstruasi.
– Umur 4 x 7 tahun, rambut makin panjang mencapai panjang maksimum.
– Umur 5 x 7 tahun, rambut mulai rontok.
– Umur 6 x 7 tahun, rambut mulai memutih.
2. Pada laki-laki
– Umur 8 tahun, terjadi pergantian gigi, rambut menjadi memanjang.
– Umur 5 x 8 tahun, Ci ginjal mulai menjadi lemah, rambut rontok, gigi tanggal.
– Umur 6 x 8 tahun, rambut memutih.
– Umur 8 x 8 tahun, gigi dan rambut habis.

Jadi dapat disimpulkan bahwa proses terjadinya Ci adalah sebagai berikut :
– Makanan dan minuman (Cing) diolah oleh lambung menjadi salah satunya adalah Ci kemudian hasil olahan lambung disalurkan ke limpa. Oleh limpa Ci dibagi atau ditransformasikan ke semua organ Cang yaitu (organ oparu-paru, hati, jantung, limpa, ginjal, pericardium).
– Khusus paru-paru, Ci yang berasal dari limpa akan bergabung dengan Ci udara atau hawa terus mengalir mengikuti peredaran meridian tersebar ke seluruh organ tubuh lainnya.
– Juga dari ginjal yang sebelah kanan yang disebut Ming-men, Ci bawaan atau Ci sejati mengalir mengikuti peredaran meridian tersebar ke seluruh tubuh.

Ci Meridian
Dalam sistem meridian mengalir Ci yang disebut sebagai Ci meridian. Ci meridian adalah Ci yang diterima dari orang tua (Ci bawaan) dan Ci hasil pengolahan dari makanan dan minuman (Ci didapat).
Bila mana diteliti Ci meridian pada setiap meridian umum, ditemui dua buah istilah yaitu “Pen” dan “Piao”. Yang dimaksud dengan “Pen” adalah tempat dimana Ci meridian mulai keluar, jadi merupakan akarnya; yang dimaksud dengan “Piao” adalah daerah yang capai oleh Ci meridian.
Pen Piao meridian umum adalah sebagai berikut :
1. Seluruh meridian umum memiliki Pen yang terletak di daerah distal lutut atau siku; Piao terletak di kepala atau tubuh.
2. Piao meridian “Yang” terletak di kepala dan Piao meridian “yin” pada titik Su belakang.

Setiap Ci meridian dari meridian Yin dari alat gerak mengalir masuk ke dalam organ Cang bersangkutan. Tetapi pada meridian Yang, Ci meridian tidak demikian, yaitu pada 3 meridian yang kaki Ci meridian selain menuju ke daerah Piao nya sebagian masuk ke dalam titik He-nya lalu masuk ke dalam organ Fu bersangkutan dan bercampur dengan Ci organ Fu tersebut.
Pada 3 meridian Yang tangan seluruh Ci meridiannya berjalan menuju ke daerah Piao nya lalu berhubungan dengan meridian Yang kaki dan melewati titik tertentu pada meridian Yang kaki (titik He bawah) masuk ke dalam organ Fu nya masing-masing dengan mengikuti perjalanan meridian Yang kaki dimana terdapat titik He bawahnya itu.

DAFTAR PEN PIAO DARI 12 MERIDIAN
MERIDIAN PEN PIAO
I. Tay Yin Tangan
(Paru-paru) Tay Yen (I.9) Fei Su (VII.13)
II. Yang Ming Tangan
(Usus Besar) Ci Ce (II.11)
Pi Nao (II.14) Ying Siang (II.20)
III. Yang Ming Kaki
(Lambung) Li Tui (III.45) Ti Cang (III.4)
Ren Ying ( )
IV. Tay Ying Kaki
(Limfa) San Yin Ciao (IV.6) Pi Su (VII.20)
V. Sao Yin Tangan
(Jantung) Sen Men (V.7) Sin Su (VII.15)
VI. Tay Yang Tangan
(Usus Kecil) Yang Loo (VI.6) Can Cu (VII.2)
VII. Tay Yang Kaki
(Kandung Kemih) Fu Yang (VII.59) Cing Ming (Mata)
(VII.1)
VIII. Sao Yin Kaki
(Ginjal) Ciao Sin (VIII.8) Sen Su (VII.23)
IX. Cie Yin Tangan
(Pericasdium) Nei Kuan (IX.6) Cie Yin Su (VII.14)
X. Sao Yang Tangan
(San Ciao) Cung Cu (X.3) Ce Ce Kung (X.23)
XI. Sao Yang Kaki
(Kandung Empedu) Sie Si (XI.43)
Ciao Yin (XI.44) Ting Kung (VI.19)
XII. Cie Yin Kaki
(Hati) Cung Fung (XII.4) Kan Su (VII.18)

Unit Acupuntur RS. Dr. Cipto Mangun Kusumo – 1985

Perjalanan Ci Meridian Pada Meridian Umum

Setiap meridian mempunyai topografi tersendiri dan tertentu. Setiap meridian Yin Tangan berjalan dari daerah dada ke daerah ujung jari tangan, setiap meridian Yang Tangan berjalan dari ujung jari tangan ke arah kepala, setiap meridian Yang Kaki berjalan dari kepala ke ujung jari kaki dan setiap meridian Yin Kaki berjalan dari ujung jari kaki ke daerah dada.
Ke 12 meridian umum ini Ci meridiannya berjalan membentuk sebuah siklus yang tidak terputus, dari satu meridian ke meridian yang lain. Perjalanan Ci meridian dari I menuju ke XII lalu kembali ke I lagi secara terus menerus tanpa terputus.
Adapun perjalanan Ci meridian itu dapat digambarkan sebagai berikut :
I. Meridian paru-paru (Tay Yin Tangan)
Perjalanan Ci dimulai dari lambung ke bawah, ke usus besar, lalu ke atas lagi ke paru-paru, keluar tubuh pada titik Cung Fu. Kemudian menyusuri bagian radial lengan, terus ke bawah dan berakhir pada basis kuku ibu jari sebelah radial.
II. Meridian Usus Besar (Yang Ning Tangan)
Dimulai dari ujung jari telunjuk menuju ke atas, berjalan pada sisi radial lengan bawah, terus menyusuri tepi lateral lengan atas ke bahu menuju “Ta Cui” (XIV, 14) kemabali ke bahu, berakhir disamping hidung.
III. Meridian Lambung (Yang Ming Kaki)
Mulai dari titik Ying Siang (II. 20), ke atas hidung, kembali ke bawah mengintari bibir ke dagu, terus ke atas lewat depan telinga sampai ke kening.
Dari dagu, terus turun ke bawah, dada, perut, terus turun lagi ke kaki dan berakhir pada ujung jari kaki II, ada yang berjalan ke jari kaki tengah dan ibu jari kaki. Dari dada ada yang teus sampai ke lambung.
IV. Meridian Limpa (Tay Yin Kaki)
Dimulai dari ibu jari kaki, terus ke atas sampai perut dan berhubungan dengan limfa ber-luo dengan lambung. Berjalan terus ke atas sampai di lidah.
V. Meridian Jantung (Sao Yin Tangan)
Dari jantung turun sampai ke usus kecil. Cabang lain naik ke mata dan berhubungan dengan otak.
Cabang lain ke rongga paru, menembus dada, ke ketiak, lalu ke tangan sampai ke jari tangan V.
VI. Meridian Usus Kecil (Tay Yang Tangan)
Ci, dimulai ujung jari tangan ke V, terus naik sampai bahu, menembus rongga dada, lewat jantung, lambung sampai usus kecil.
Cabang lain dari bahu, supra clavikula, naik ke kepala, ada yang sampai di hidung atas dan depan telinga.

VII. Meridian Kandung Kemih (Tay Yang Kaki)
Dimulai dari kantus medialis mata, naik ke kening, terus ke puncak kepala, cabang lain menyamping di belakang kepala, lalu turun ke bawah lewat punggung, ada yang masuk ke dalam ginjal terus turun ke kandung kemih.
Cabang lain pinggang dada yang turun ke bawah melewati bokong, lalu ke kaki dan berakhir pada ujung jari keki V.
VIII. Meridian Ginjal (Sao Yin Kaki)
Ci dimulai dari ujung jari kaki V, naik ke atas kemudian masuk tulang belakang terus masuk ke dalam badan pada daerah pinggang, lalu masuk badan pada daerah pinggang, lalu masuk ke ginjal dan ber luo dengan kandung kemih. Dari ginjal terus melewati hati, menembus diafragma sampai paru-paru, terus ke atas ke lidah. Cabang dari paru-paru ada yang berhubungann dengan jantung.
IX. Meridian Pericardium (Cie Yin Tangan)
Dimulai dalam dada, berjalan ke bawah menembus diafragma, menembus dada dekat lipat ketiak, menyusuri bagian medial lengan dan terus ke bawah sampai jari tengah dan jari manis.
X. Meridian Son Ciao (Sao Yang Tangan)
Ci dimulai dari ujung jari IV tangan berjalan ke atas menyusuri sisi vener jari, terus ke atas lengan, sampai pondok, terus masuk ke rongga dada, lalu berhunungan dengan pericardium dan menembus diafragma berhubungan dengan Ciao atas, tengah dan bawah.
Dari dalam dada timbul cabang ke luar terus naik ke arah kuduk menuju ke belakang telinga, naik dan membelok ke bawah, tiba di daerah zigomatikus.
Cabang lain mulai dari belakang telinga naik dan kemudian menuju ke kantus lateralis mata.
XI. Meridian Kandung Empedu (Sao Yang Kaki)
Dimulai dari kantung lateralis mata ke telinga ke bagian depan kepala, ke belakang kepala, ke pundak. Dari pundak ke punggung terus masuk fosa supra klavikuler.
Cabang keluar dari I. Fung, masuk ke telinga dan keluar lewat Ting Kung ke kantus lateralis mata.
Cabang lain dari Kantus lateralis mata ke leher ke fosa supra klavikuler dan bersatu dengan semula. Kemudian masuk dada, masuk keHats & kandung empedu, terus ke bawah, ke bagian lateral paha, terus ke bawah, terakhir pada jari kaki IV. Cabang lain ada yang menuju ibu jari.
XII. Meridian Hati (Cie Yin Hati)
Dimulai dari ibu jari kaki ke atas, ke alat kelamin, terus naik dan sampai daerah hipokondrium, dan masuk ke dalam badan bersatu dengan hati dan kandung empedu, ke diafragma, ke daerah hipokondrium, naik ke atas ke mata, otak dan ubun-ubun.
Cabang lain dari mata ke dalam pipi ke bibir. Ada yang dari hati ke diafragma dan ke paru-paru.

CATATAN WAKTU PUNCAK ALIRAN Ci
1. Ada waktu-waktu Ci dalam meridian tertentu mencapai kekuatan maksimal, yaitu pada pertengahan waktu piket. Misalnya waktu piket meridium paru-paru ialah antara jam 03.00 – 05.00. Waktu puncaknya adalah jam 04.00. Penusukan sebelum jam 04.00 disebut Tusukan “menyumbat”’ dan efeknya adalah “Sie” (perlemahan). Sedangkan tusukan sesudah jam 04.00 disebut tusukan “menghantar” dan efeknya adalah “Pu” (menguatkan).

Gangguan Pada Ci
1. Kelainan dari pada kelancaran aliran Ci dalam meridian
a. Bendungan : aliran Ci bisa tidak lancar karena adanya Bendungan yang ditimbulkan oleh P.P.L. (Penyebab Penyakit Luar)
– Dingin : menimbulkan bendungan yang tetap tempatnya.
– Angin : menimbulkan bendungan yang tempatnya berpindah-pindah.
b. Penggumpalan : aliran Ci juga bisa kurang lancar karena terbendung oleh gumpalan-gumpalan Ci sendiri. Ci dapat menggumpal karena pengaruh P.P.D. (Penyebab Penyakit Dalam). Misalnya kalau orang mendongkol, maka Ci mengumpal di Sang Ciao (dalam Sang Ciao terdapat jantung dan paru-paru). Dengan demikian Ci tidak dapat mengalir ke Cung Ciao (lambung, limfa, hati, kandung empedu) maupun Sia Ciao (usus kecil, usus besar, ginjal kandung kemih).

2. Kelainan pada arah aliran Ci di dalam meridian
a. Gerakan Ci umumnya mengikuti arah meridian masing-masing. Kalau gerakan Ci terbalik, akan menyebabkan penyakit tertentu.

Titik-titik penting Yang berhubungan dengan adanya Ci
I. Titik Yen
Titik dimana Ci sejati Cang. Fu terpancar ke dalam meridian melalui titik Yen dapat dipengaruhi keadaan organ.
II. Titik He bawah
Pada tiga meridian Yang Tangan mempunyai keistimewaan ; Ci meridian tidak masuk melalui titik He (U.Su) nya ke dalam organ bersangkutan, tetapi bersatu dengan meridian Yang Kaki dan melalui He bawahnya masuk ke dalam organ yang bersangkutan.
III. Titik “Si”
Adalah tempat terdapatnya sela atau kekosongan dalam tubuh dimana Ci meridian berkumpul bagaikan dalam parit.

IV. Titik “Mu”
Titik yang merupakan tempat berkumpulnya Ci organ pada daerah ventral, letaknya sesuai dengan ketinggian letak organ bersangkutan
V. Titik “Su”
Adalah titik dimana Ci organ terpancar, letaknya di bagian belakang tubuh dan sesuai dengan ketinggian letak organ bersangkutan.

Sumber : dr. TRI WIDIYATMOKO (Surakarta)

Entry filed under: 1. Tags: .

10 Rahasia kesuksesan Jepang “PERSAHABATAN “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

April 2009
M T W T F S S
« Mar   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: