STAND BY ME…My Friends!!

Never think about surrender!!
See the best future of your way to the success stair even though you loose your leg or hand. You will be shame if you desperate in the road of your dream.
Friends will help you to fulfill your request for help. They never think about your status and money. They come for your needs become dream. Be a side by side with your friends.
Never leave them and Never hurt them because they will pursue you more than your expect.
Smile with your friends, Cry with them, Spirit with them, and Happy with them and Sad with them.
Never let them down!!!

June, 11th 2009
By : Icha

Congratulations Inter class

August 29, 2009 at 6:16 am Leave a comment

“PERSAHABATAN “

Kata yang indah sekali didengar dalam sebuah bingkai kehidupan.
Hal yang diimpikan oleh semua orang ketika mencari makna kehidupan bersama seseorang yang selalu berada disamping kita dalam senang dan susah^-^Betul gak??
Tapi itu juga mimpi buruk dalam kehidupan kita apabila persahabatan itu menjurus dalam perspektif yang negative dan pergaulan hitam.

Knapa??ya iya dong bisa..sebagai contoh :
Ada seorang teman yang berteman dengan kita tapi dia terjerumus dalam lembah hitam dikalangan pengguna sabu-sabu. Setelah menjadi sahabat, akhirnya dia mengajak kita untuk memakainya karna kita sudah sering melihat sahabat kita beserta teman-temannya memakainya apalagi kondisi kita yang sedang stress akhirnya tanpa ragu-ragu kita pun ikut memakai benda haram tersebut.Dan jadilah kita sebagai kelompok persahabatab dunia hitam.Mereka pasti membanggakan persahabatan mereka yang dianggap kekal tapi kekal dalam hal apa ya??Lebih tepatnya kekal dalam merusak mereka sendiri. Apalagi di bidang pencurian, dunia gemerlap malam, PSK, maupun pemalakan.

Saya sudah gak bisa menghitung berapa banyak orang yang mensalahartikan persahabatan dalam merusak diri-sendiri atau orang lain. Saya jadi teringat sabda Rasulullah.SAW bahwa “orang yang mengikuti tingkah laku, perkataan atau kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut”. Mungkin mereka akan bilang kalian semua tidak akan tahu arti persahabatan yang kami rasakan dan kalian pasti gak akan pernah tahu. Ya, mereka pasti akan membela diri mereka karna kebodohan mereka dan kekerasan kepala mereka yang sudah membatu Tetapi mereka tidak tahu bahwa setan telah mengambil akal sehat mereka dengan iming2 “PERSAHABATAN”.

Yang saya takutkan adalah pengikut persahabatan ini telah merambah anak-anak yang tidak berdosa, yang masih polos dan masih mencari jati diri mereka sendiri. Karna mereka mudah sekali terpengaruh pada hal yanga dapat menarik simpati mereka yang bersifat keduniawian semata. Yang mereka cari adalah kemudahan hidup, keenakan, kebahagiaan tanpa harus susah payah mencari uang. Astagfirullah, Semoga Allah.SWT menyelamatkan mereka dan membimbing mereka menuju kebenaran.Amin…
Gals of Mabudachi

August 29, 2009 at 6:13 am Leave a comment

ENERGI CI

CI ENERGI VITAL

Definisi Ci
Dalam ilmu pengobatan Cina istilah ini mempunyai pengertian yang luas, secara garis besar dapat disimpulkan menjadi tiga golongan :
1. Sebuah materi tertentu
Misalnya : Ci dalam pengertian Kung Ci yang mempunyai arti “hawa udara”.
2. Faal dan daya
Misalnya : Ci dari hati, Ci dari jantung, Ci dari limpa, Ci dari ginjal dan Ci dari paru-paru.
3. Fenomena yang diperlihatkan organ dalam proses gerak perubahannya.
Misalnya : 1. Pada waktu marah : Ci naik ke atas
2. Waktu takut : Ci bergerak lambat
3. Waktu takut : Ci turun ke bawah
4. dan seterusnya

Maka dapat disimpulakan Ci adalah daya perubahan fisiologis tubuh manusia. Pengertiannya mencakup segala perubahan yang kompleks dari materi-materi yang terdapat dalam tubuh, hal ini berlaku pula dalam soal regenerasi. Suatu benda atau tubuh memiliki fenomena kehidupan ? Tidak lain karena adanya “Ci”
Dalam mempelajari Ci, kita tidak boleh melupakan adanya Cing dan Sen. Karena di dalam tubuh manusia Cing, Ci dan Sen adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak mungkin terpisahkan. Ketiganya saling berhubungan dan bertalian dalam hubungan materi, faal dan fenomena serta hubungan materi dasar, daya penggerak dan pimpinan.
Maka disimpulkan :
1. Cing adalah meteri pembentukan tubuh.
2. Ci adalah faal / daya / energi perubahan tubuh.
3. Sen adalah semangat, bentuk dan gerak-gerik pemikiran serta hasrat.

Mengapa Kita Membicarakan Ci
Dalam lembah/dunia Akupuntur, Ci sangat penting sekali dalam suatu terapi Akupuntur. Seperti yang kita ketahui, Ci inilah yang dapat dan yang biasa kita manipulasi pada terapi Akupuntur. Yang biasa kita dalam penusukan.
Sedangkan Cing adalah materi, baik materi bawaan atau materi setelah lahir dari tubuh. Maka jika Cing ada masalah, maka terapinya kita perlu menambahkannya lewat makanan dan minuman. Cing bawaan adalah ovum dan sperma.
Cing didapat adalah makanan dan minuman.
Kalau Sen adalah hasrat atau semangat yang ada di dalam tubuh kita (Cing). Sen sangat berguna dalam penilaian suatu pragnosa suatu penyakit, apakah penyakit tersebut mudah sembuh, atau sulit bahkan apa berakhir dengan kematian. Semua itu dapat dinilai dari “Sen nya”.
Jika seseorang :
1. Sen nya kuat = pragnosa baik
– kemungkinan sembuh sangat baik
2. Sen nya sedang = pragnosa sedang
– kemungkinan sembuh adalah sekitar 50 %
3. Sen nya lemah = pragnosa lemah
– kemungkinan sembuhnya adalah kecil

PROSES TERJADINYA Ci

Skematis Tentang Cing didapat & Ci

MAKANAN & MINUMAN

Keterangan :
1. Paru-paru
Fungsi utama adalah pengaturan/pemerintah Ci. Ci dalam hal ini mempunyai dua pengertian. Ci dalam arti udara, yaitu berhubungan dengan pernafasan, dan Ci dalam arti Cing, Ci dan Sen yang diolah dari Ying dengan Ci udara. Kedua jenis Ci ini hanya dengan fungsi paru-paru yang baik, baru dapat diisap dan dikeluarkan dan terbentuk Ci.
Bernyanyi dengan suara keras dan nada tinggi, sangat memudahkan Ci terluka dan membuat paru-paru sakit.

2. Lambung
Cing didapat (makanan & minuman) adalah dasar materi yang terjadi akibat hasil pengolahan makanan. Cing merupakan bius yang diolah oleh lambung. Selanjutnya Cing didapat ini diuraikan lebih lanjut menjadi zat-zat tertentu, yaitu :
– Ying = karbohidrat, protein dan lemak
– Wei = lekosit/cairan keruh
– Ci = energi materi
– Si E = darah (serum + sel darah merah)
– Cin Yi = segala bentuk cairan tubuh
Yang akhirnya/kemudian dialirkan ke seluruh tubuh. Akhirnya sebagian disimpan dalam organ-organ Cang (hati, jantung, limpa, paru-paru, ginjal, peri kardium) dan sebagian lagi disimpan dalam ginjal (ren, ovarium dan testis), sebagian Cing didapat dan Cing bawaan (untuk reproduksi : ovum dan sperma)

3. Ginjal
Merupakan organ penyimpanan dan pengaturan Cing. Cing yang dimaksud disini adalah Cing dari seluruh organ Cang Fu dan Cing dalam arti sistem reproduksi. Bilamana organ Cang Fu ada yang membutuhkan, maka ia memberikan Cing itu kepada yang bersangkutan, sementara ia menerima pula Cing yang baru terjadi. Penerimaan dan pemberian ini berjaan dengan tidak terputus-putus.
Setiap organ Cang itu hanya ada satu. Mengapa ginjal ada dua buah ? Ginjal ada dua, tetapi bukan semua adalah ginjal. Yang kiri adalah ginjal, yang kanan adalah mingmen.
Yang dimaksud dengan ming-men adalah tempat penyimpanan dari Sen dan Cing dan merupakan sumber dari “Ci sejati”.
Padanya laki-laki menyimpan Cing (sistem reproduksi), dengannya wanita memelihara rahim. Ming men menjadi akar dari Ci sejati sebagai tempat kediaman dari air dan api.
Dalam Nei Cing diungkapkan bahwa :
1. Pada Wanita
– Wanita pada usia 7 tahun Ci ginjal mulai menjadi kuat timbul perngantian gigi geligi dan rambut menjadi panjang.
– Umur 2 x 7 tahun, Ci ginjal telah mencapai kekuatan yang cukup, timbullah menstruasi.
– Umur 4 x 7 tahun, rambut makin panjang mencapai panjang maksimum.
– Umur 5 x 7 tahun, rambut mulai rontok.
– Umur 6 x 7 tahun, rambut mulai memutih.
2. Pada laki-laki
– Umur 8 tahun, terjadi pergantian gigi, rambut menjadi memanjang.
– Umur 5 x 8 tahun, Ci ginjal mulai menjadi lemah, rambut rontok, gigi tanggal.
– Umur 6 x 8 tahun, rambut memutih.
– Umur 8 x 8 tahun, gigi dan rambut habis.

Jadi dapat disimpulkan bahwa proses terjadinya Ci adalah sebagai berikut :
– Makanan dan minuman (Cing) diolah oleh lambung menjadi salah satunya adalah Ci kemudian hasil olahan lambung disalurkan ke limpa. Oleh limpa Ci dibagi atau ditransformasikan ke semua organ Cang yaitu (organ oparu-paru, hati, jantung, limpa, ginjal, pericardium).
– Khusus paru-paru, Ci yang berasal dari limpa akan bergabung dengan Ci udara atau hawa terus mengalir mengikuti peredaran meridian tersebar ke seluruh organ tubuh lainnya.
– Juga dari ginjal yang sebelah kanan yang disebut Ming-men, Ci bawaan atau Ci sejati mengalir mengikuti peredaran meridian tersebar ke seluruh tubuh.

Ci Meridian
Dalam sistem meridian mengalir Ci yang disebut sebagai Ci meridian. Ci meridian adalah Ci yang diterima dari orang tua (Ci bawaan) dan Ci hasil pengolahan dari makanan dan minuman (Ci didapat).
Bila mana diteliti Ci meridian pada setiap meridian umum, ditemui dua buah istilah yaitu “Pen” dan “Piao”. Yang dimaksud dengan “Pen” adalah tempat dimana Ci meridian mulai keluar, jadi merupakan akarnya; yang dimaksud dengan “Piao” adalah daerah yang capai oleh Ci meridian.
Pen Piao meridian umum adalah sebagai berikut :
1. Seluruh meridian umum memiliki Pen yang terletak di daerah distal lutut atau siku; Piao terletak di kepala atau tubuh.
2. Piao meridian “Yang” terletak di kepala dan Piao meridian “yin” pada titik Su belakang.

Setiap Ci meridian dari meridian Yin dari alat gerak mengalir masuk ke dalam organ Cang bersangkutan. Tetapi pada meridian Yang, Ci meridian tidak demikian, yaitu pada 3 meridian yang kaki Ci meridian selain menuju ke daerah Piao nya sebagian masuk ke dalam titik He-nya lalu masuk ke dalam organ Fu bersangkutan dan bercampur dengan Ci organ Fu tersebut.
Pada 3 meridian Yang tangan seluruh Ci meridiannya berjalan menuju ke daerah Piao nya lalu berhubungan dengan meridian Yang kaki dan melewati titik tertentu pada meridian Yang kaki (titik He bawah) masuk ke dalam organ Fu nya masing-masing dengan mengikuti perjalanan meridian Yang kaki dimana terdapat titik He bawahnya itu.

DAFTAR PEN PIAO DARI 12 MERIDIAN
MERIDIAN PEN PIAO
I. Tay Yin Tangan
(Paru-paru) Tay Yen (I.9) Fei Su (VII.13)
II. Yang Ming Tangan
(Usus Besar) Ci Ce (II.11)
Pi Nao (II.14) Ying Siang (II.20)
III. Yang Ming Kaki
(Lambung) Li Tui (III.45) Ti Cang (III.4)
Ren Ying ( )
IV. Tay Ying Kaki
(Limfa) San Yin Ciao (IV.6) Pi Su (VII.20)
V. Sao Yin Tangan
(Jantung) Sen Men (V.7) Sin Su (VII.15)
VI. Tay Yang Tangan
(Usus Kecil) Yang Loo (VI.6) Can Cu (VII.2)
VII. Tay Yang Kaki
(Kandung Kemih) Fu Yang (VII.59) Cing Ming (Mata)
(VII.1)
VIII. Sao Yin Kaki
(Ginjal) Ciao Sin (VIII.8) Sen Su (VII.23)
IX. Cie Yin Tangan
(Pericasdium) Nei Kuan (IX.6) Cie Yin Su (VII.14)
X. Sao Yang Tangan
(San Ciao) Cung Cu (X.3) Ce Ce Kung (X.23)
XI. Sao Yang Kaki
(Kandung Empedu) Sie Si (XI.43)
Ciao Yin (XI.44) Ting Kung (VI.19)
XII. Cie Yin Kaki
(Hati) Cung Fung (XII.4) Kan Su (VII.18)

Unit Acupuntur RS. Dr. Cipto Mangun Kusumo – 1985

Perjalanan Ci Meridian Pada Meridian Umum

Setiap meridian mempunyai topografi tersendiri dan tertentu. Setiap meridian Yin Tangan berjalan dari daerah dada ke daerah ujung jari tangan, setiap meridian Yang Tangan berjalan dari ujung jari tangan ke arah kepala, setiap meridian Yang Kaki berjalan dari kepala ke ujung jari kaki dan setiap meridian Yin Kaki berjalan dari ujung jari kaki ke daerah dada.
Ke 12 meridian umum ini Ci meridiannya berjalan membentuk sebuah siklus yang tidak terputus, dari satu meridian ke meridian yang lain. Perjalanan Ci meridian dari I menuju ke XII lalu kembali ke I lagi secara terus menerus tanpa terputus.
Adapun perjalanan Ci meridian itu dapat digambarkan sebagai berikut :
I. Meridian paru-paru (Tay Yin Tangan)
Perjalanan Ci dimulai dari lambung ke bawah, ke usus besar, lalu ke atas lagi ke paru-paru, keluar tubuh pada titik Cung Fu. Kemudian menyusuri bagian radial lengan, terus ke bawah dan berakhir pada basis kuku ibu jari sebelah radial.
II. Meridian Usus Besar (Yang Ning Tangan)
Dimulai dari ujung jari telunjuk menuju ke atas, berjalan pada sisi radial lengan bawah, terus menyusuri tepi lateral lengan atas ke bahu menuju “Ta Cui” (XIV, 14) kemabali ke bahu, berakhir disamping hidung.
III. Meridian Lambung (Yang Ming Kaki)
Mulai dari titik Ying Siang (II. 20), ke atas hidung, kembali ke bawah mengintari bibir ke dagu, terus ke atas lewat depan telinga sampai ke kening.
Dari dagu, terus turun ke bawah, dada, perut, terus turun lagi ke kaki dan berakhir pada ujung jari kaki II, ada yang berjalan ke jari kaki tengah dan ibu jari kaki. Dari dada ada yang teus sampai ke lambung.
IV. Meridian Limpa (Tay Yin Kaki)
Dimulai dari ibu jari kaki, terus ke atas sampai perut dan berhubungan dengan limfa ber-luo dengan lambung. Berjalan terus ke atas sampai di lidah.
V. Meridian Jantung (Sao Yin Tangan)
Dari jantung turun sampai ke usus kecil. Cabang lain naik ke mata dan berhubungan dengan otak.
Cabang lain ke rongga paru, menembus dada, ke ketiak, lalu ke tangan sampai ke jari tangan V.
VI. Meridian Usus Kecil (Tay Yang Tangan)
Ci, dimulai ujung jari tangan ke V, terus naik sampai bahu, menembus rongga dada, lewat jantung, lambung sampai usus kecil.
Cabang lain dari bahu, supra clavikula, naik ke kepala, ada yang sampai di hidung atas dan depan telinga.

VII. Meridian Kandung Kemih (Tay Yang Kaki)
Dimulai dari kantus medialis mata, naik ke kening, terus ke puncak kepala, cabang lain menyamping di belakang kepala, lalu turun ke bawah lewat punggung, ada yang masuk ke dalam ginjal terus turun ke kandung kemih.
Cabang lain pinggang dada yang turun ke bawah melewati bokong, lalu ke kaki dan berakhir pada ujung jari keki V.
VIII. Meridian Ginjal (Sao Yin Kaki)
Ci dimulai dari ujung jari kaki V, naik ke atas kemudian masuk tulang belakang terus masuk ke dalam badan pada daerah pinggang, lalu masuk badan pada daerah pinggang, lalu masuk ke ginjal dan ber luo dengan kandung kemih. Dari ginjal terus melewati hati, menembus diafragma sampai paru-paru, terus ke atas ke lidah. Cabang dari paru-paru ada yang berhubungann dengan jantung.
IX. Meridian Pericardium (Cie Yin Tangan)
Dimulai dalam dada, berjalan ke bawah menembus diafragma, menembus dada dekat lipat ketiak, menyusuri bagian medial lengan dan terus ke bawah sampai jari tengah dan jari manis.
X. Meridian Son Ciao (Sao Yang Tangan)
Ci dimulai dari ujung jari IV tangan berjalan ke atas menyusuri sisi vener jari, terus ke atas lengan, sampai pondok, terus masuk ke rongga dada, lalu berhunungan dengan pericardium dan menembus diafragma berhubungan dengan Ciao atas, tengah dan bawah.
Dari dalam dada timbul cabang ke luar terus naik ke arah kuduk menuju ke belakang telinga, naik dan membelok ke bawah, tiba di daerah zigomatikus.
Cabang lain mulai dari belakang telinga naik dan kemudian menuju ke kantus lateralis mata.
XI. Meridian Kandung Empedu (Sao Yang Kaki)
Dimulai dari kantung lateralis mata ke telinga ke bagian depan kepala, ke belakang kepala, ke pundak. Dari pundak ke punggung terus masuk fosa supra klavikuler.
Cabang keluar dari I. Fung, masuk ke telinga dan keluar lewat Ting Kung ke kantus lateralis mata.
Cabang lain dari Kantus lateralis mata ke leher ke fosa supra klavikuler dan bersatu dengan semula. Kemudian masuk dada, masuk keHats & kandung empedu, terus ke bawah, ke bagian lateral paha, terus ke bawah, terakhir pada jari kaki IV. Cabang lain ada yang menuju ibu jari.
XII. Meridian Hati (Cie Yin Hati)
Dimulai dari ibu jari kaki ke atas, ke alat kelamin, terus naik dan sampai daerah hipokondrium, dan masuk ke dalam badan bersatu dengan hati dan kandung empedu, ke diafragma, ke daerah hipokondrium, naik ke atas ke mata, otak dan ubun-ubun.
Cabang lain dari mata ke dalam pipi ke bibir. Ada yang dari hati ke diafragma dan ke paru-paru.

CATATAN WAKTU PUNCAK ALIRAN Ci
1. Ada waktu-waktu Ci dalam meridian tertentu mencapai kekuatan maksimal, yaitu pada pertengahan waktu piket. Misalnya waktu piket meridium paru-paru ialah antara jam 03.00 – 05.00. Waktu puncaknya adalah jam 04.00. Penusukan sebelum jam 04.00 disebut Tusukan “menyumbat”’ dan efeknya adalah “Sie” (perlemahan). Sedangkan tusukan sesudah jam 04.00 disebut tusukan “menghantar” dan efeknya adalah “Pu” (menguatkan).

Gangguan Pada Ci
1. Kelainan dari pada kelancaran aliran Ci dalam meridian
a. Bendungan : aliran Ci bisa tidak lancar karena adanya Bendungan yang ditimbulkan oleh P.P.L. (Penyebab Penyakit Luar)
– Dingin : menimbulkan bendungan yang tetap tempatnya.
– Angin : menimbulkan bendungan yang tempatnya berpindah-pindah.
b. Penggumpalan : aliran Ci juga bisa kurang lancar karena terbendung oleh gumpalan-gumpalan Ci sendiri. Ci dapat menggumpal karena pengaruh P.P.D. (Penyebab Penyakit Dalam). Misalnya kalau orang mendongkol, maka Ci mengumpal di Sang Ciao (dalam Sang Ciao terdapat jantung dan paru-paru). Dengan demikian Ci tidak dapat mengalir ke Cung Ciao (lambung, limfa, hati, kandung empedu) maupun Sia Ciao (usus kecil, usus besar, ginjal kandung kemih).

2. Kelainan pada arah aliran Ci di dalam meridian
a. Gerakan Ci umumnya mengikuti arah meridian masing-masing. Kalau gerakan Ci terbalik, akan menyebabkan penyakit tertentu.

Titik-titik penting Yang berhubungan dengan adanya Ci
I. Titik Yen
Titik dimana Ci sejati Cang. Fu terpancar ke dalam meridian melalui titik Yen dapat dipengaruhi keadaan organ.
II. Titik He bawah
Pada tiga meridian Yang Tangan mempunyai keistimewaan ; Ci meridian tidak masuk melalui titik He (U.Su) nya ke dalam organ bersangkutan, tetapi bersatu dengan meridian Yang Kaki dan melalui He bawahnya masuk ke dalam organ yang bersangkutan.
III. Titik “Si”
Adalah tempat terdapatnya sela atau kekosongan dalam tubuh dimana Ci meridian berkumpul bagaikan dalam parit.

IV. Titik “Mu”
Titik yang merupakan tempat berkumpulnya Ci organ pada daerah ventral, letaknya sesuai dengan ketinggian letak organ bersangkutan
V. Titik “Su”
Adalah titik dimana Ci organ terpancar, letaknya di bagian belakang tubuh dan sesuai dengan ketinggian letak organ bersangkutan.

Sumber : dr. TRI WIDIYATMOKO (Surakarta)

April 3, 2009 at 5:25 am Leave a comment

10 Rahasia kesuksesan Jepang

Umm, kayaknya kita harus mencotoh cara kerja Jepang nieh^-^Mreka slalu bisa menghargai sesuatu yang dinamakan prestasi dan kerja keras. Yach, yang penting contoh dari Jepang itu bisa membuat kita mengerti yang dinamakan kesuksesan itu gimana^-^

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

March 25, 2009 at 4:46 am Leave a comment

Perawat indonesia disambut hangat oleh masyarakat Jepang

Tokyo (ANTARA News) – Masih ingat bagaimana sambutan masyarakat dan pers Jepang ketika 208 perawat dan caregivers Indonesia tiba di Negeri Matahari Terbit ini pada awal Agustus 2008?

Betul, keraguan! Namun pandangan enam bulan lalu itu nampaknya mulai berangsur-angsur sirna. Ibarat pepatah “Tak kenal maka tak sayang” begitulah kesan publik Jepang terhadap kualitas tenaga perawat dan caregivers ( perawat untuk kaum lanjut usia). Keberadaan pekerja Indonesia tersebut kini mulai bisa diterima masyarakat Jepang.

Asal tahu saja, mulai Januari 2009, para caregivers juga sudah mulai ditempatkan di sejumlah panti jompo di kota-kota besar di Jepang, seperti yang diungkapkan kpManajer Departemen Pelatihan Luar Negeri AOTS Hideaki Otani kepada Antara di Tokyo, Selasa (6/1) lalu. Sedangkan kelompok perawat sendiri baru mengikuti hal yang sama pada akhir Januari atau bulan berikutnya. Mereka bekerja sambil tetap mengikuti pelatihan.

Penerimaan masyarakat Jepang terungkap dalam laporan Presiden AOTS ((Association for Overseas Technical Scholarship) Kazuo Kaneko kepada Dubes RI untuk Jepang Jusuf Anwar pada 16 Desember 2008. Saat itu Dubes berkunjung ke Yokohama Kenshu Center, yang merupakan pusat pelatihan ketrampilan dari perusahaan Jepang yang diserahi tanggungjawab membimbing perawat dan caregivers Indonesia itu.

“Kehadiran mereka sudah mulai diterima, bahkan mereka sebetulnya telah menjadi duta besar persahabatan bagi Indonesia dan Jepang,” kata Kaneko saat menyampaikan hasil evaluasi sementara mengenai kemajuan mereka.

Kaneko menjelaskan para perawat dan caregivers Indonesia berlaku sopan, periang dan yang paling membuat para instruktur kagum adalah semangatnya untuk menyelesaikan program pelatihan yang berjalan selama enam bulan.

“Sebetulnya kami sempat mengkhawatirkan kondisi fisik dan mental mereka saat menjalani bulan puasa. Apakah mereka mampu untuk menyelesaikan pelatihan ini,” kata Kaneko lagi.

Kekhawatiran para pengajar itu pun lantas berubah menjadi kekaguman, ketika para perawat dan caregivers Indonesia mampu melewatinya dengan baik. Apalagi setelah manajemen AOTS mengetahui bahwa di antara para perawat saling memberi semangat untuk terus belajar namun tetap sehat.

Para perawat itu merupakan gelombang pertama yang tiba sejak Agustus lalu dengan jumlah 208 orang, yaitu 104 perawat dan 104 caregivers. Semuanya disebar ke lima kota besar di Jepang, seperti Tokyo, Yokohama, Osaka, Nagoya dan Kobe. AOTS sendiri kebagian menangani sebanyak 149 orang (termasuk 45 caregivers), sedangkan sisanya menjadi tanggungjawab Japan Fondation.

Program yang ditangani lembaga pelatihan tersebut berfokus pada kemampuan untuk bisa hidup mandiri dan mampu beradaptasi dengan cepat di Jepang. Metode pelatihan yang diberikan antara lain percakapan bahasa Jepang sehari-hari, tukar-menukar pengalaman dengan perawat Jepang dan mengunjungi rumah sakit serta panti jompo. Selain itu diberi kesempatan untuk berbaur dengan masyarakat lokal melalui kegiatan “home stay” beberapa hari.

Sedangkan program ketrampilan lebih lanjut diserahkan kepada lembaga lain yang lebih khusus lagi, terutama dalam berfokus pada penyesuaian kehalian keperawatan.

Lebih jauh Kaneko melanjutkan bahwa untuk bisa lulus program dasar bergantung pada dua hal, yaitu semangat dari perawat itu sendiri dan dukungan dari lembaga tempat mereka berlatih keperawatan.

Beri semangat

Kunjungan Dubes Jusuf Anwar ke pusat pelatihan letrampilan AOTS di Yokohama itu memang bertujuan untuk memberikan semangat bagi para perawat dan caregiver Indonesia. Kedatangannya ke Yokohama Kenshu Center, yang khusus melatih para caregivers Indonesia, kontan saja mendapat sambutan hangat.

Dengan didampingi Ibu Lastrijah Jusuf Anwar, Kepala Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo Riddwan Abas, dan Kepala Perwakilan Bank BNI cabang Tokyo Firman Wibowo, Dubes pun berkeliling kelas-kelas tempat para caregivers mengiktui pelatihan bahasa Jepang.

“Bagaimana keadaan kalian? Teruskan semangat juang kalian untuk bisa melewati ujian bahasa dan keperawatan ini. Saya senang mendengar laporan kalian sudah mulai bisa diterima masyarakat Jepang,” kata Dubes Jusuf Anwar.

Usai makan siang, para caregivers itu pun lantas berkumpul di sebuah aula untuk mengikuti dialog sekaligus mendengarkan penjelasan langsung dari para caregivers. Umumnya para caregiver menyampaikan rasa kangennya kepada kondisi di tanah air, namun karena program pelatihan yang bersahabat serta makanan yang disajikan cukup memenuhi selera Indonesia cukup mengobati kerinduan akan kampung halaman.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, para pekerja Indonesia umumnya menyatakan tidak terlalu mengalami persoalan yang berarti dan mereka tetap bersemangat untuk lolos ujian bahasa Jepang dan ujian keperawatan yang terkenal sulit.

Untuk menciptakan keakraban, Dubes sendiri lebih banyak membanyol sehingga mengundang tawa semua yang hadir, termasuk kalangan manajemen AOTS. Tentu saja setelah mereka mendengarkan terjemahan bahasa Indonesianya. Banyak lelucon dubes yang ternyata ampuh untuk membuat caregivers tertawa lepas bahkan hingga terpingkal-pingkal.

Pada kesempatan itu juga Dubes Jusuf Anwar tidak lupa membagi-bagikan majalah IYA (Indonesian Youth Association)– tentang masyarakat Indonesia di Jepang– kepada para caregivers dan manajemen AOTS.

“Ini sekedar oleh-oleh dan juga bisa menjadi jembatan komunikasi interaktif bagi kita semua,” kata Dubes yang lansung disambut tepuk tangan meriah.

Sejumlah kekhawatiran

Sebelumnya, sejumlah kekhawatiran terus membayangi pengiriman tenaga perawat dan caregivers Indonesia ke Negeri Sakura, terutama dalam memahami bahasa dan kultur sosial masyarakatnya. Masyarakat Jepang sendiri boleh dibilang dalam beberapa hal tergolong konservatif atau tertutup.

Masalah sosial yang cukup peka adalah soal kesan orang asing yang tidak begitu bagus di mata sebagian warga Jepang. Pekerja asing dianggap mengambil lahan pekerjaan warga Jepang. Terlebih ditengah krisis ekonomi yang kini melanda Jepang.

Soal bahasa tampak lebih krusial. Menurut Elsi Dwi Hapsari, mahasiswa program doktor bidang keperawatan di Universitas Kobe, sekedar berbahasa Jepang bisa saja dicapai dalam waktu singkat, namun untuk membahas suatu penyakit yang sarat dengan istilah teknis memerlukan waktu yang lebih lama, minimal dua tahun.

Pandangan Elsi juga diamini oleh “sensei”-nya Profesor Dr. Hiroya Matsuo. Keduanya memandang perlu dilakukannya pemantauan serius terhadap program perawat Indonesia di Jepang agar bisa berjalan lancar, meski diakui sebagian rumah sakit Jepang telah mengakui kompetensi perawat Indonesia.

Saran melakukan tindakan monitoring nampaknya menjadi penting. Apalagi jika mengacu pada survai yang digelar tim riset Asia Center dari Universitas Kyushu, Fukuoka, Maret 2008, seperti dikutip Asahi Shimbun.

Menurut riset yang dipimpin Profesor Yoshichika Kawaguchi itu belum seluruh rumah sakit Jepang berkenan menerima perawat asing. Dari 1.600 rumah sakit yang disurvai (522 di antaranya memberikan respon), dan hanya 46 persen saja yang bersedia menerima. Artinya sebagian masih meragukan keahlian perawat asing.

Menurut Profesor Kawaguchi, masih enggannya sebagian rumah sakit di Jepang, karena minimnya informasi mengenai sistem penerimaan itu sendiri. Pemerintah Jepang diminta memberikan informasi serinci mungkin dan sesegera mungkin, serta melakukannya secara aktif. Hal itu penting agar masyarakat Jepang mengetahui bahwa tenaga terampil asing sudah sesuai standar keahlian Jepang.

Perawat dan caregivers Indonesia rata-rata menerima 160.000 yen atau setara Rp16 juta per bulan, dan dikontrak untuk tiga tahun hingga empat tahun.

Namun demikian, bagi Indonesia sendiri mulai diterimanya perawat dan caregivers oleh masyarakat Jepang paling tidak membuat kualitas keperawatan Indonesia semakin diakui secara internasional.

“Di masa depan, kita juga perlu membenahi masalah kepastian hukum, perlindungan tenaga kerja di luar negeri, dan standar upah yang layak. Pembenahan lembaga-lembaga keperawatan menjadi mutlak karena merupakan mesin pencetak bagi tenaga perawat berkualitas,” ujar Dubes mengakhir wawancara.

March 25, 2009 at 4:41 am Leave a comment

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PASIEN STROKE

A. Pengertian

Stroke adalah deficit neurologist akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal otak yang terkena (WHO, 1989).

B. Klasifikasi stroke

Berdasarkan proses patologi dan gejala klinisnya stroke dapat diklasifikasikan menjadi :

1. stroke hemoragik

Terjadi perdarahan cerebral dan mungkin juga perdarahan subarachnoid yeng disebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Umumnya terjadi pada saat melakukan aktifitas, namun juga dapat terjadi pada saat istirahat. Kesadaran umumnya menurun dan penyebab yang paling banyak adalah akibat hipertensi yang tidak terkontrol.

2. stroke non hemoragik

Dapat berupa iskemia, emboli, spasme ataupun thrombus pembuluh darah otak. Umumnya terjadi setelah beristirahat cukup lama atau angun tidur. Tidak terjadi perdarahan, kesadaran umumnya baik dan terjadi proses edema otak oleh karena hipoksia jaringan otak.

Stroke non hemoragik dapat juga diklasifikasikan berdasarkan perjalanan penyakitnya, yaitu :

1. TIA’S (Trans Ischemic Attack)

Yaitu gangguan neurologist sesaat, beberapa menit atau beberapa jam saja dan gejala akan hilang sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam.

1. Rind (Reversible Ischemic Neurologis Defict)

Gangguan neurologist setempat yang akan hilang secara sempurna dalam waktu 1 minggu dan maksimal 3 minggu..

1. stroke in Volution

Stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan yang muncul semakin berat dan bertambah buruk. Proses ini biasanya berjalan dalam beberapa jam atau beberapa hari.

1. Stroke Komplit

Gangguan neurologist yang timbul bersifat menetap atau permanent.

C. Etiologi

Ada beberapa factor risiko stroke yang sering teridentifikasi, yaitu ;

1. Hipertensi, dapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. Proses ini dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus sehingga dapat mengganggu aliran darah cerebral.

2. Aneurisma pembuluh darah cerebral

Adanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu tempat yang diikuti oleh penipisan di tempat lain. Pada daerah penipisan dengan maneuver tertentu dapat menimbulkan perdarahan.

3. Kelainan jantung / penyakit jantung

Paling banyak dijumpai pada pasien post MCI, atrial fibrilasi dan endokarditis. Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah ke otak. Ddisamping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah.

4. Diabetes mellitus (DM)

Penderita DM berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan, yeitu terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat aliran darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskuler sehingga berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah serebral.

5. Usia lanjut

Pada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak.

6. Polocitemia

Pada policitemia viskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi lambat sehingga perfusi otak menurun.

7. Peningkatan kolesterol (lipid total)

Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan terbentuknya embolus dari lemak.

8. Obesitas

Pada obesitas dapat terjadi hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah, salah satunya pembuluh drah otak.

9. Perokok

Pada perokok akan timbul plaque pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi aterosklerosis.

10. kurang aktivitas fisik

Kurang aktivitas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan pembuluh darah (embuluh darah menjadi kaku), salah satunya pembuluh darah otak.

D. Patofisiologi

1. Stroke non hemoragik

Iskemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah otak oleh thrombus atau embolus. Trombus umumnya terjadi karena berkembangnya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah, sehingga arteri menjadi tersumbat, aliran darah ke area thrombus menjadi berkurang, menyebabkan iskemia kemudian menjadi kompleks iskemia akhirnya terjadi infark pada jaringan otak. Emboli disebabkan oleh embolus yang berjalan menuju arteri serebral melalui arteri karotis. Terjadinya blok pada arteri tersebut menyebabkan iskemia yang tiba-tiba berkembang cepat dan terjadi gangguan neurologist fokal. Perdarahan otak dapat ddisebabkan oleh pecahnya dinding pembuluh darah oleh emboli.

2. Stroke hemoragik

Pembuluh darah otak yang pecah menyebabkan darah mengalir ke substansi atau ruangan subarachnoid yang menimbulkan perubahan komponen intracranial yang seharusnya konstan. Adanya perubahan komponen intracranial yang tidak dapat dikompensasi tubuh akan menimbulkan peningkatan TIK yang bila berlanjut akan menyebabkan herniasi otak sehingga timbul kematian. Di samping itu, darah yang mengalir ke substansi otak atau ruang subarachnoid dapat menyebabkan edema, spasme pembuluh darah otak dan penekanan pada daerah tersebut menimbulkan aliran darah berkurang atau tidak ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak.

E. Tanda dan gejala

Tanda dan gejala yang muncul sangat tergantung pada daerah dan luasnya daerah otak yang terkena.

1. Pengaruh terhadap status mental

· Tidak sadar : 30% – 40%

· Konfuse : 45% dari pasien biasanya sadar

1. Daerah arteri serebri media, arteri karotis interna akan menimbulkan:

· Hemiplegia kontralateral yang disertai hemianesthesia (30%-80%)

· Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35%-50%)

· Apraksia bila mengenai hemisfer non dominant(30%)

1. Daerah arteri serebri anterior akan menimbulkan gejala:

· hemiplegia dan hemianesthesia kontralateral terutama tungkai (30%-80%)

· inkontinensia urin, afasia, atau apraksia tergantung hemisfer mana yang terkena

1. Daerah arteri serebri posterior

· Nyeri spontan pada kepala

· Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35-50%)

1. Daerah vertebra basiler akan menimbulkan:

· Sering fatal karena mengenai pusat-pusat vital di batang otak

· Hemiplegia alternans atau tetraplegia

· Kelumpuhan pseudobulbar (kelumpuhan otot mata, kesulitan menelan, emosi labil)

Apabila dilihat bagian hemisfer mana yang terkena, gejala dapat berupa:

1. Stroke hemisfer kanan

· Hemiparese sebelah kiri tubuh

· Penilaian buruk

· Mempunyai kerentanan terhadap sisi kontralateral sebagai kemungkinan terjatuh ke sisi yang berlawanan

1. stroke hemisfer kiri

· mengalami hemiparese kanan

· perilaku lambat dan sangat berhati-hati

·

· kelainan bidang pandang sebelah kanan

· disfagia global

· afasia

· mudah frustasi

F. Pemeriksaan diagnostik

Pemeriksaan penunjang disgnostik yang dapat dilakukan adalah :

1. laboratorium: mengarah pada pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, kolesterol, dan bila perlu analisa gas darah, gula darah dsb.
2. CT scan kepala untuk mengetahui lokasi dan luasnya perdarahan atau infark
3. MRI untuk mengetahui adanya edema, infark, hematom dan bergesernya struktur otak
4. angiografi untuk mengetahui penyebab dan gambaran yang jelas mengenai pembuluh darah yang terganggu

G. Penatalaksanaan medis

Secara umum, penatalaksanaan pada pasien stroke adalah:

1. Posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat, posisi miring jika muntah dan boleh dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil
2. Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi yang adekuat, bila perlu diberikan ogsigen sesuai kebutuhan
3. Tanda-tanda vital diusahakan stabil
4. Bed rest
5. Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia
6. Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
7. Kandung kemih yang penuh dikosongkan, bila perlu lakukan kateterisasi
8. Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau koloid dan hindari penggunaan glukosa murni atau cairan hipotonik
9. Hindari kenaikan suhu, batuk, konstipasi, atau suction berlebih yang dapat meningkatkan TIK
10. Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan baik. Jika kesadaran menurun atau ada gangguan menelan sebaiknya dipasang NGT
11. Penatalaksanaan spesifik berupa:

· Stroke non hemoragik: asetosal, neuroprotektor, trombolisis, antikoagulan, obat hemoragik

· Stroke hemoragik: mengobati penyebabnya, neuroprotektor, tindakan pembedahan, menurunkan TIK yang tinggi

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN STROKE

NO

DIAGNOSA KEPERAWATAN

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL

INTERVENSI

1.

Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d. penumpukan sputum (karena kelemahan, hilangnya refleks batuk)

Pasien mampu mempertahankan jalan nafas yang paten.

Kriteria hasil :

a. Bunyi nafas vesikuler

b. RR normal

c. Tidak ada tanda-tanda sianosis dan pucat

d. Tidak ada sputum

1. Auskultasi bunyi nafas

2. Ukur tanda-tanda vital

3. Berikan posisi semi fowler sesuai dengan kebutuhan (tidak bertentangan dgn masalah keperawatan lain)

4. Lakukan penghisapan lender dan pasang OPA jika kesadaran menurun

5. Bila sudah memungkinkan lakukan fisioterapi dada dan latihan nafas dalam

6. Kolaborasi:

· Pemberian ogsigen

· Laboratorium: Analisa gas darah, darah lengkap dll

· Pemberian obat sesuai kebutuhan

2.

Penurunan perfusi serebral b.d. adanya perdarahan, edema atau oklusi pembuluh darah serebral

Perfusi serebral membaik

Kriteria hasil :

a. Tingkat kesadaran membaik (GCS meningkat)

b. fungsi kognitif, memori dan motorik membaik

c. TIK normal

d. Tanda-tanda vital stabil

e. Tidak ada tanda perburukan neurologis

f.

1. Pantau adanya tanda-tanda penurunan perfusi serebral :GCS, memori, bahasa respon pupil dll

2. Observasi tanda-tanda vital (tiap jam sesuai kondisi pasien)

3. Pantau intake-output cairan, balance tiap 24 jam

4. Pertahankan posisi tirah baring pada posisi anatomis atau posisi kepala tempat tidur 15-30 derajat

5. Hindari valsava maneuver seperti batuk, mengejan dsb

6. Pertahankan ligkungan yang nyaman

7. Hindari fleksi leher untuk mengurangi resiko jugular

8. Kolaborasi:

· Beri ogsigen sesuai indikasi

· Laboratorium: AGD, gula darah dll

· Penberian terapi sesuai advis

· CT scan kepala untuk diagnosa dan monitoring

3.

Gangguan mobilitas fisik b.d. kerusakan neuromuskuler, kelemahan, hemiparese

Pasien mendemonstrasikan mobilisasi aktif

Kriteria hasil :

a. tidak ada kontraktur atau foot drop

b. kontraksi otot membaik

c. mobilisasi bertahap

1. Pantau tingkat kemampuan mobilisasi klien

2. Pantau kekuatan otot

3. Rubah posisi tiap 2 jan

4. Pasang trochanter roll pada daerah yang lemah

5. Lakukan ROM pasif atau aktif sesuai kemampuan dan jika TTV stabil

6. Libatkan keluarga dalam memobilisasi klien

7. Kolaborasi: fisioterapi

4.

Gangguan komunikasi verbal b.d. kerusakan neuromuscular, kerusakan sentral bicara

Komunikasi dapat berjalan dengan baik

Kriteria hasil :

a. Klien dapat mengekspresikan perasaan

b. Memahami maksud dan pembicaraan orang lain

c. Pembicaraan pasien dapat dipahami

1. Evaluasi sifat dan beratnya afasia pasien, jika berat hindari memberi isyarat non verbal

2. Lakukan komunikasi dengan wajar, bahasa jelas, sederhana dan bila perlu diulang

3. dengarkan dengan tekun jika pasien mulai berbicara

4. Berdiri di dalam lapang pandang pasien pada saat bicara

5. Latih otot bicara secara optimal

6. Libatkan keluarga dalam melatih komunikasi verbal pada pasien

7. Kolaborasi dengan ahli terapi wicara

5.

(Risiko) gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d. intake nutrisi tidak adekuat

Kebutuhan nutrisi terpenuhi

Kriteria hasil :

a. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi

b. Berat badan dalam batas normal

c. Conjungtiva ananemis

d. Tonus otot baik

e. Lab: albumin, Hb, BUN dalam batas normal

1. Kaji factor penyebab yang mempengaruhi kemampuan menerima makan/minum

2. Hitung kebutuhan nutrisi perhari

3. Observasi tanda-tanda vital

4. Catat intake makanan

5. Timbang berat badan secara berkala

6. Beri latihan menelan

7. Beri makan via NGT

8. Kolaborasi : Pemeriksaan lab(Hb, Albumin, BUN), pemasangan NGT, konsul ahli gizi

6.

Perubahan persepsi-sensori b.d. perubahan transmisi saraf sensori, integrasi, perubahan psikologi

Persepsi dan kesadaran akan lingkungan dapat dipertahankan

1. Cari tahu proses patogenesis yang mendasari

2. Evaluasi adanya gangguan persepsi: penglihatan, taktil

3. Ciptakn suasana lingkungan yang nyaman

4. Evaluasi kemampuan membedakan panas-dingin, posisi dan proprioseptik

5. Catat adanya proses hilang perhatian terhadap salah satu sisi tubuh dan libatkan keluarga untuk membantu mengingatkan

6. Ingatkan untuk menggunakan sisi tubuh yang terlupakan

7. Bicara dengan tenang dan perlahan

8. Lakukan validasi terhadap persepsi klien dan lakukan orientasi kembali

7.

Kurang kemampuan merawat diri b.d. kelemahan, gangguan neuromuscular, kekuatan otot menurun, penurunan koordinasi otot, depresi, nyeri, kerusakan persepsi

Kemampuan merawat diri meningkat

Kriteria hasil :

a. mendemonstrasikan perubahan pola hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

b. Melakukan perawatan diri sesuai kemampuan

c. Mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber bantuan

1. Pantau tingkat kemampuan klien dalam merawat diri

2. Berikan bantuan terhadap kebutuhan yang benar-benar diperlukan saja

3. Buat lingkungan yang memungkinkan klien untuk melakukan ADL mandiri

4. Libatkan keluarga dalam membantu klien

5. Motivasi klien untuk melakukan ADL sesuai kemampuan

6. Sediakan alat Bantu diri bila mungkin

7. Kolaborasi: pasang DC jika perlu, konsultasi dengan ahli okupasi atau fisioterapi

8.

Risiko cedera b.d. gerakan yang tidak terkontrol selama penurunan kesadaran

Klien terhindar dari cedera selama perawatan

Kriteria hasil :

a. Klien tidak terjatuh

b. Tidak ada trauma dan komplikasi lain

1. Pantau tingkat kesadaran dan kegelisahan klien

2. Beri pengaman pada daerah yang sehat, beri bantalan lunak

3. Hindari restrain kecuali terpaksa

4. Pertahankan bedrest selama fase akut

5. Beri pengaman di samping tempat tidur

6. Libatkan keluarga dalam perawatan

7. Kolaborasi: pemberian obat sesuai indikasi (diazepam, dilantin dll)

9.

Kurang pengetahuan (klien dan keluarga) tentang penyakit dan perawatan b.d. kurang informasi, keterbatasan kognitif, tidak mengenal sumber

Pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakit dan perawatan meningkat.

Kriteria hasil :

a. Klien dan keluarga berpartisipasi dalam proses belajar

b. Mengungkapkan pemahaman tentang penyakit, pengobatan, dan perubahan pola hidup yang diperlukan

1. Evaluasi derajat gangguan persepsi sensuri

2. Diskusikan proses patogenesis dan pengobatan dengan klien dan keluarga

3. Identifikasi cara dan kemampuan untuk meneruskan progranm perawatan di rumah

4. Identifikasi factor risiko secara individual dal lakukan perubahan pola hidup

5. Buat daftar perencanaan pulang

March 13, 2009 at 5:48 am 2 comments

LUKA BAKAR ( COMBUSTIO)

LUKA BAKAR

Definisi

Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api,cairan panas, listrik, radiasi dll) atau zat-zat yang bersifat membakar.

Penggolongan

Berdasarkan dalamnya luka bakar dibagi menjadi :

1. Luka bakar superfisial (derajat satu)

Hanya meliputi lapisan kulit yang paling atas saja (epidermis).

Ditandai dengan kemerahan, nyeri dan kadang-kadang bengkak

2. Luka bakar derajat dua (sedikit lebih dalam)

Meliputi lapisan paling luar kulit yang rusak dan lapisan dibawahnya terganggu. Luka bakar jenis ini paling sakit , ditandai dengan gelembung-gelembung pada kulit berisi cairan, bengkak, kulti kemerahan atau putih, lembab dan rusak.

3. Luka bakar derajat tiga

Lapisan yang terkena tidak terbatas, bahkan dapat sampai ke tulang dan organ dalam. Luka bakar ini paling berat dan ditandai dengan kulit biasanya kering, pucat atau putih, namun dapat juga gosong dan hitam.Dapat diikuti dengan mati rasa karena kerusakan saraf. Daerah disekitarnya nyeri.

Etiologi

Luka bakar dikategorikan menurut mekanisme injurinya meliputi :

* Luka Bakar Termal

Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya.

* Luka Bakar Kimia

Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian dan militer. Lebih dari 25.000 produk zat kimia diketahui dapat menyebabkan luka bakar kimia.

* Luka Bakar Elektrik

Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh.

* Luka Bakar Radiasi

Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif. Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi.

PENANGANAN ( Ditempat Kejadian )

Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri

Tindakan Terpenting adalah :

– Segera menghentikan paparan panas

– Mencegah meluas dan mendalamnya kerusakan jaringan kulit

– Mencegah dan mengatasi infeksi

– Mencegah perlengketan jari tangan/kaki

* Matikan api dengan memutuskan hubungan (suplay) Oksigen dengan menutup tubuh penderita dengan selimut, handuk, seprai, karung, dll
* Perhatikan Keadaan Umum penderita
* Evaluasi ABC
* Tentukan derajat berat dan luas luka bakar
* Pendinginan:
1. Hentikan proses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian yang terkena. Bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus sekurang-kurangnya selama 20 menit.
2. Buka pakaian penderita
3. Jangan mengelupas bagian yang melepuh
4. Upayakan penderita senyaman mungkin
5. Berikan minum sebanyak mungkin

* Mencegah infeksi:

Luka ditutup dengan perban/ kain kering bersih yang tidak dapat melekat pada luka, jangan memecahkan gelembungnya. Bila yang terbakar adalah jari-jari maka balut masing-masing jari tersendiri

· Penderita ditutup kain bersih

· Jangan beri zat yang tidak larut dalam air seperti: mentega, menyak, kecap, pasta gigi,telor, dll ( Hal ini hanya akan memperparah luka )

· Rujuk

March 13, 2009 at 5:30 am Leave a comment

Older Posts


Categories

  • Blogroll

  • Feeds